Wanita Wajib Baca, Ini Dosa 24 Jam Seorang Wanita di Sosial Media

Kabar Semesta - Mohon dibaca sampai selesai, siapa tau bisa menjadi pelajaran buat kita semua, terutama bagi muslimah .
Saudariku…


Seorang Wanita yang menampakkan foto dirinya di internet mungkin telah melanggar larangan untuk tidak tabarruj dan sufur. Tabarruj artinya seorang wanita menampakkan sebagian anggota tubuhnya atau perhiasannya di hadapan laki-laki asing.
Sedangkan Sufur adalah seorang wanita menampak-nampakkan wajah di hadapan lelaki lain. Oleh karena itu Tabarruj lebih umum cakupannya daripada sufur, karena mencakup wajah dan anggota tubuh lainnya.

Tabarruj diharamkan dalam syariat berdasarkan ayat al-Qur’an dan juga hadits, antara lain: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada dua kelompok penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang memukuli orang-orang dengannya dan para wanita yang berbaju tapi mereka telanjang, berlenggak lenggok kepala mereka bagaikan punuk unta yang bergoyang. Wanita-wanita itu tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga bisa tercium sejauh sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 3971 & 5098)

Apabila seorang Wanita menampakkan photo dirinya di internet lalu dimanakah esensi hijab sebagai al Haya’ (RASA MALU). Sebagai seorang muslimah sejati, tentulah saudariku akan berpikir ribuan kali untuk melakukan hal yang demikian. Padahal Rasullullah Shallallahu’alaih wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlaq dan akhlaq Islam adalah malu” sabda beliau yang lain; “Malu adalah bagian dari Iman dan Iman tempatnya di Surga”.
Allah Azza wa Jalla juga menjadikan kewajiban berhijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat) dalam firman-Nya, “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab: 59)
Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan jelek (dosa), karena itu “mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka.
Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan baerupa fitnah dan kejahatan bagi mereka. Wallahua’lam.

Diantara dampak negatif wanita memajang foto wajah di internet:
– Bisa membuat pria yg sengaja maupun tak sengaja melihatnya menjadi tergoda, mengotori hatinya, membuat terbayang siang malam, bahkan bisa menimbulkan niat-niat buruk atau bahkan sampai melakukan kejahatan. Meski seorang wanita menutup seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangannya, kemudian ia memamerkan dirinya di social media maka ini pun tidak bisa menjamin selamatnya orang yang melihat dari fitnah, sebab wajah wanita memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap laki-laki, sehingga, meski seluruh badannya tertutup dengan baik akan tetapi jika wajahnya dibuka dan dipampang di depan pengunjung akun, maka itu bisa menimbulkan fitnah di hati orang yang memandangnya. Disebabkan orang yang menyaksikan foto itu bisa terfitnah maka tidak dibolehkan memampang foto wajah itu di halaman situs yang bisa diakses oleh para pria yang bukan mahromnya.
– Menggoda pria, membuat pria tidak menundukkan pandangan, padahal dalam Al Quran diperintahkan menundukkan pandangan. Jika di dunia nyata, pria tidak akan berani lama-lama menatap wanita, apalagi yang belum dikenalnya. Pria akan malu kalau kelihatan sedang melihat wanita tersebut terus-menerus. Namun foto di internet, para lelaki bisa melihatnya lama-lama tanpa merasa malu, sebab tidak ada orang yang tahu. Dan hal tersebut bisa mendatangkan berbagai dampak negatif baik bagi pria maupun wanita. Sudah seharusnya para wanita menolong para pria dgn cara mencegah terjadinya hal tersebut, yaitu dgn tidak memajang fotonya.
– Betapa banyak wanita yg menjadi korban pria jahat berawal dari Facebook, diajak ketemuan, ditipu, diculik, diperkosa, dibunuh, dll, diawali oleh pria tertarik melihat foto sang wanita di FB, sebagaimana sering diberitakan media massa.
– Foto anda bisa dicopy dan diedit oleh orang2 jahat, dijadikan foto porno, atau digunakan untuk hal2 lain yg merugikan, (misalnya orang membuat suatu akun dgn memakai foto2 anda)
Ridhokah laki-laki yang sudah dipersiapkan Allah untuk menjadi pasangan hidupmu? Karena mereka lah yang berhak terhadap kecantikan yang kamu miliki.  Jawabnya: itu hak anda, kami hanya menyampaikan.
Namun semuanya kembali pada diri kita masing-masing, jika memang susah rasanya tidak menggunakan sosial media, jadikanlah sosial media itu menjadi hal yang bermanfaat dan tidak menimbulkan fitnah bagi kita sendiri.


Sumber: Beradab.com
Inilah 13 Pertanyaan Wajib Untuk Calonmu Sebelum Kamu Menikahinya ...

Inilah 13 Pertanyaan Wajib Untuk Calonmu Sebelum Kamu Menikahinya ...

Kabar Semesta - Sederhana dan mendasar, namun penting sekali karena terkait masa depan hubunganmu ..
Setiap orang punya kekhawatiran akan masa depan hubungannya. Apakah hubungan yang telah dijalin bisa bertahan hingga menikah bahkan hingga tua kelak? Hal ini wajar karena tidak ada seorang pun yang bisa menjamin kelanggengan hubungan. Untuk menuju pernikahan tentu berbagai persiapan perlu dilakukan, tak terkecuali kesiapan dua orang bersangkutan yang akan duduk di pelaminan.

Nah sebelum melanjutkan ke proses pengesahan sebagai sepasang suami istri, kamu wajib mengajukan pertanyaan ini kepada calon pendampingmu. 15 Pertanyaan ini sederhana dan mendasar, namun penting sekali karena terkait masa depan hubunganmu. Apa aja sih?
1. "Kenapa kamu mencintaiku?"
Jika dia tidak bisa menjawab atau jawabannya terlalu sederhana semisal "karena itu mengalir begitu saja," mungkin kamu perlu mempertimbangkan lagi untuk menikah dengannya.
2. "Maukah kamu berdewasa bersamaku bagaimanapun keadaannya?"
Pasangan yang hanya salah satunya yang rela memperjuangkan hubungan alamat menemui perpisahan. Pastikan bahwa kamu berdua berkomitmen sekarang dan di masa depan juga.
3. "Kenapa kamu ingin menghabiskan sisa hidupmu denganku?"
Pernikahan berarti menghabiskan hidupmu bersama-sama. Penting bagimu untuk mengetahui keinginannya supaya bisa dikompromikan dengan keinginanmu.
4. "Kamu yakin tidak akan meninggalkanku, kan?"
Orang cenderung berubah dari waktu. Tetapi perubahan itu bukan alasan membuat hancur pernikahanmu. Pastikan kamu dan pasanganmu akan tetap menjaga diri tetap menarik di mata satu sama lain?
5. "Bagaimana kita akan menghadapi masa-masa sulit?"
Apa yang akan kamu dan pasangan lakukan bersama-sama untuk melewati ketika menemui masa sulit? Seperti keadaan keuangan atau adanya orang ketiga. Sangat penting untuk memahami bagaimana gambaran pasanganmu tentang itu.
6. "Bagaimana kamu akan menangani konflik?"
Kamu dan pasangan tidak mungkin adem ayem saja. Apa yang akan pasanganmu lakukan ketika kalian bertengkar? Bagaimana dia akan bereaksi? Bagaimana kita akan memecahkan sesuatu bersama-sama? Maukah dia berkompromi untuk menciptakan kedamaian di rumah kelak?
7. "Bersediakah kamu megutamakan hubungan kita dari segala sesuatu?"
Pastikan kamu menjadi bagian paling penting dari hidupnya, bahkan dalam kondisi tertentu lebih penting karir. Bagaimana cara dia menjaga hubungan yang kuat dan penuh kasih?
8. "Kamu ingin menjadi orangtua seperti apa?"
Dia seharusnya sudah punya gambaran tentang mendidik anak. Fatal sekali jika kamu menikahi orang yang belum punya rencana tentang cara membesarkan generasi penerusmu.
9. "Berapa banyak anak-anak yang kamu inginkan?"
Pastikan bahwa kalian berdua punya pandangan yang sama tentang memiliki anak-anak, berapa banyak dan berapa selisih usia yang satu dengan lainnya.
10. "Akankah kamu tetap bersikap romantis jika tua kelak?"
Tanyakan padanya apakah dia bersedia mengulangi kemesraan masa muda ketika kalian sudah tua kelak. Semisal kencan atau mengunjungi tempat kalian biasa menghabiskan waktu bersama-sama.
11. "Apakah kamu bersedia merawat jika suatu saat aku sakit?"
Tanyakan padanya akankah dia bersedia membatalkan janji dengan rekan-rekannya untuk berada di sisimu ketika kamu sakit.
12. "Apakah kamu akan terus mengejar impianmu?"
Ini sangat penting bagi kamu dan pasangan untuk mengejar pemenuhan pribadi masing-masing. Pasanganmu dapat membantumu sesekali, begitupun sebaliknya. Dari situ kalian akan salaing memaklumi jika satu sama lain kerap menghabiskan waktu dengan kesibukan masing-masing.
13. "Maukah kamu tetap bersamaku sampai akhir hayat memisahkan?"
Tanyakan padanya akankah dia bersedia menjadi tua bersamamu. Ataukah dia akan berpaling untuk kebahagiaan yang lain.


Sumber: Beradab.com

WAHAI PARA SUAMI, ANDA LAH SEBAB UTAMA PUDARNYA KECANTIKAN ISTRI!

Kabar Semesta - Seorang suami mengeluh terhadap sahabatnya. Seleranya terhadap istri menurun, seusai sebelumnya menggebu-gebu serta tidak dapat menahan saat berjumpa. Dulu, berpisah dalam hitungan jam saja, rindu langsung terbit. Saat pertama kali berjumpa, bukan hanya salam, tapi ciuman rutin mendarat di kening serta pipi istri, lalu berlanjut pada aktivitas ibadah membahagiakan penuh kemesraan.

“Sekarang,” kata laki-laki itu membicarakan, “tidur berdampingan pun tidak sempat menyentuh. Bahkan saya lebih tidak jarang tidur di sofa alias ruang tamu.” Karenanya, tetap menurut laki-laki itu, “Istri saya tidak secantik dulu.”
Astaghfirullahal ‘azhiim…
Fenomena ini sangat tidak sedikit kami jumpai dalam kenasiban nyata. Seorang suami mengeluhkan penampilan istrinya. Tidak secantik dulu, tidak seseksi waktu pertama berjumpa, tidak sekencang waktu belum punya anak, serta keluhan-keluhan lainnya.
Andai para suami itu mau sedikit bermuhasabah serta meneliti kenasibannya setiap jenak, niscaya mereka bakal terbelalak dengan fakta yang ada. Andai para suami mau merenung, yang menjadi karena menurunnya kecantikan para istri, sejatinya bukan dirinya alias orang lain, tapi dirinya sendiri sebagai seorang suami. Ya. Para suami adalah karena mutlak memudarnya kecantikan istrinya.
Perubahan fisik seusai menikah adalah kemestian. Bahkan, apabila tidak berubah, ada faktor tidak selesai yang terjadi di rumah tangga tersebut. Bahwa melar, melebar, serta sejenisnya adalah tabiat dari fisik itu sendiri, yang ianya menjadi sunnatullah sampai mustahil dihindari.
Pertama, hendaknya suami berpikir, apakah nafkah yang dirinya berbagi telah lumayan untuk membeli bedak, lipstik, serta seabreg perlengkapan sertadan lainnya? Telahkah dirinya mengalokasikan sertaa bagi istrinya untuk berangkat ke pusat kebugaran, perawatan kecantikan, serta hal-hal sejenisnya?

Apabila belum, jangan salahkan istrimu! Tapi, pikirkanlah bagaimana caranya membikin dirinya mulia dengan menuruti apa yang mereka perlukan terkait kecantikan.
Kedua, telahkah Anda, wahai para suami, sangatlah meperbuat perintah Allah Ta’ala untuk menundukkan pandangan mata? Telahkah Kamu sangatlah meperbuatnya saat di perjalanan, di tempat kerja, serta saat-saat berada di depan handphone canggih alias layar televisi?
Telahkah Kamu menunduk serta sangatlah meminta terhadap Allah Ta’ala supaya mata Kamu terjaga dari yang haram serta hanya puas dengan yang halal serta diberkahi? Telahkah Kamu berpendapat segala tipe pemandangan haram itu sebagai sesuatu yang menjijikkan, alias justru Kamu menggemari serta berlangganan menikmatinya?
Apabila terhadap pandangan saja Kamu belum dapat menjaga, itulah karena mutlak mengapa kecantikan istri Kamu terus pudar. Karena terus tidak jarang Kamu menonton sesuatu yang haram serta menikmatinya, maka yang halal, berkah, serta nikmat tidak kuasa lagi memuaskan hati Anda.
Semoga Allah Ta’ala menjaga pandangan kita, para suami, supaya puas dengan yang halal, berkah, serta nikmat saja. Aamiin.


Sumber: Beradab.com


Untuk Para Suami Yang Masih Ingin Banding-bandingin Istrinya Dengan Cewek Seksi, Baca Kalau Berani

Kabar Semesta - Biar tak stres, rehat sejenak yuk baca humor dari Cak Lontong yang bisa bikin kita ketawa-tawa sendiri. Di media sosial tengah ramai humor kocak dari Cak Lontong. Judulnya “Renungan Buat Para Suami”.


Cak Lontong menyentil para suami yang suka membandingkan istri dengan cewek-cewek seksi di luar sana.
Ini humor kocak ala Cak Lontong selengkapnya:
“Renungan Buat Para Suami”
dari Cak Lontong
Kenapa sih artis2 itu kok cakep2??
Kenapa sih cewe2 bispak itu kok seksi2??
Kenapa sih cewe diluaran sana sangat menggoda??
Tapi istri saya dirumah ga bisa seperti mereka??
Anda suami yang punya pikiran gitu??
Gampang kok caranya kalo pingin permak istri secantik n seseksi cewek2 itu.
Pingin tau??
Nih saya kasih rahasianya.
1. Kasih duit istri anda yang banyak.
Biaya perawatan seorang model ngga terkenal itu sebulan minimal 10jt. Jangan tanya kalo sekelas artis. Minimal 100jt an.
Buat apa??
Helloo….lu cowo cuma tau cakepnya doang.
Biaya bikin cantik itu mahal tau.
Minuman sebangsa glukogen buat mencerahkan muka aja harganya 1.5jt cuma isi 20 sachet.
Trus beli galvanic spa/setrika wajah buat mulus 4.2jt
Lalu beli nano spray buat melembabkan 1.5jt
Catering diet 10hari 1,5jt
Biaya sewa instruktur senam pribadi plus member gym 2jt
Bedak yang bagus itu 1jt an
Lipstik juga segituan
Belum alas bedak n perlengkapan tempur yang lain
Vitamin E suplemen biar awet muda 2jt an
Belum krim2 yang lain kaya SK-II yang sepaket bisa 9jt an.
Belum baju2 yang menunjang.
Pingin kliatan cakep baju juga cakep donk
Belum sepatu dan tas juga
Tas branded tuh gada yg harganya 50rb kalii
Monggo ditotal sendiri jumlahnya berapa duit.
Itu belum ongkos ke klinik perawatan meni pedi atau chemical peeling.
2. Istrinya jangan sering2 disuruh hamil yaa.
Sudah kodratnya semakin sering melahirkan body semakin subur. Kecuali wanita2 tertentu yang dikasih nikmat langsing selalu.
3. Jangan suruh istri momong anak.
Momong anak itu lebih berat daripada ngerjain tugas rumah kaya nyapu ngepel atau setrika. Itu sebabnya gaji baby sitter lebih mahal daripada pembantu.
Anak?? Bayar baby sitter donk.
Kan pingin istrinya cantik kaya artis yo harus siap2 dana nya donk.
4. Nah…itu model2 seksi dan artis2 cantik tuh gada yg setrika bajunya sendiri.
Apalagi setrika n ngopeni keperluan orang serumah.
Siapin istri pembantu yaa.
5. Kasih istri gizi yang cukup yaa.
Jangan bikin istri kurang gizi.
Gada tuh cerita model seksi cuma makan tempe penyet atau ikan asin.
6. Jangan sampai istri kepanasan bila keluar.
Harus punya mobil bagus.
Jangan dikasih yang Pajero (panas njobo njero)
Bisa luntur makeupnya nanti.
Nah…kewajiban istri cuma merawat diri, berdandan dan melayani suami.
Pasti beberapa bulan istri anda mulai berubah.
Mulai deh kluar aura cantiknya.
Bahkan bisa jadi lebih cantik dari wanita2 diluar sana.
Pingin istri cantik tapi ga mau modal
Apa kata dunia??
Laki-laki yang nggak bersyukur akan istrinya.
Sebaiknya jangan hanya menuntut istrinya biar cantik.
Tapi harus juga menyediakan sarana n prasarana buat sang istri.
*jangan terlalu serius y bapak2,yg pasti syukuri apa adanya hidup adalah anugrah….*
Nah, gimana para suami? Masih mau bandingin istri anda dengan cewek cantik atau seksi? Yo disebarkan ke teman kalian jika kalian rasa ini bermanfaat.


Sumber: Beradab.com

Kisah Nyata!! Renungan Buat Para Mertua, Sayangi Menantu Perempuanmu!! SHARE Agar Banyak Yang Membaca!!

Kabar Semesta - Wahai para mertua hormatilah menantu perempuanmu, karena kalian tidak pernah meng4ndungnya, menyu"suinya, terlebih menyekolahkannya, namun dia ikhlas meninggalkan orang tuanya mengabdi hingga mati untuk anak laki2mu, apalagi dia ikhlas mereg4ng ny4wa untuk meng4ndung serta mel4hirkan cucu penerus keturunanmu...


Rumah mertua....
Tidak mudah untuk seseorang wanita utk " datang " sendirian ke satu keluarga baru..
lalu harus
menyesuaikan diri sedemikian rupa..
agar bisa hidup bersama keluarga baru itu juga

Tidak mudah..
Yang sering berlangsung adaLah k0nflik batin..

Tangis..
Ketidak cocokan di banyak haL, Serta Tetap Bertahan untuk Orang Yang Dicintainya Walau sebenarnya

Dia stress!!
Para Laki-Laki Anda harus Tau..
Istrimu rela meninggalkan ke-2 orang-tua yg telah menyayanginya mulai sejak kecil..
Rela meninggalkan rumahnya yg adalah tempat ternyamannya mulai sejak kecil..
Cuma untuk menaati.. mengikutimu serta membahagiakanmu wahai suami...

Ia Cuma berharap Kamu Lah Suami yang akan Jadi Pengganti Orang Yang menyayanginya Serta Jadi Tempat Ternyamannya Sesudah meninggalkan Rumahnya..
Setengah Dari Suami Memahami HaL itu..
Setengahnya Lagi Tidak Ingin Tau Akan haL itu..

Jadi.. hargai perasaan istrimu.. sayangi istrimu.. jangan disakiti lagi dengan hal2 lain..
Sungguh.. ke-2 orangtuanya mengizinkan ia menikah denganmu.. karena mereka berharap, engkau dapat membahagiakannya...
Karena, jika istri telah bahagia, maka tidak susah baginya utk selalu menaatimu... SUAMI....


Sumber: TausiahPedia.com

AllahuAkbar!! Inilah Bukti Kebenaran Gunung Pelangi yang Diceritakan Al-Quran

Kabar Semesta - Percaya atau tidak, fenomena ini benar-benar ada. Gunung warna pelangi pertama kali ada di daerah Zhangye, Provinsi Gansu, China.

Fenomena itu makin terungkap setelah berbagai tulisan dan video amatir menambahi fakta baru.

The Zhangye Danxia Geological Park Nasional ini mencakup area seluas 510 kilometer persegi (200 sq mi). Sebelumnya taman provinsi dan daerah pemandangan, itu menjadi geopark nasional pada November 2011.


Dikutip dari CCTVNews, gunung pelangi ini dinilai sangat menakjubkan karena bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning.

Menariknya, seperti dilansir hidayatullah.com, tempat itu tak ditemukan tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus.
Menurut Telegraph, warna-warni menakjubkan perbukitan tersebut berasal dari batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak periode Kapur, tepatnya 24 juta tahun lalu.

Formasi batuan tersebut kemudian mengalami pergeseran lempeng tektonik yang juga membentuk pegunungan Himalaya.

Hujan dan angin yang menerpa daerah itu selama jutaan tahun juga ikut andil dalam membentuk ceruk, lembah, dan pola warna Zhangye Danxia.

Konon gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung kondisi cuaca.

Daerah ini dengan cepat menjadi objek wisata yang populer bagi kota Zhangye. Sejumlah trotoar dan jalan telah dibangun guna mendorong pengunjung menjelajahi formasi batuan yang menakjubkan, utamanya setelah UNESCO telah menetapkannya dalam Daftar Warisan Dunia pada pertemuan ke-34 yang diadakan di Brasilia, ibu kota Brasil, pada tanggal 1 Agustus 2010.

Saat pertama kali Danaxia Landform diketahui khalayak melalui foto-foto yang beredar di dunia maya, banyak yang menganggap pola pelanginya merupakan hasil rekayasa komputer.

Apalagi belakangan banyak orang merilis video amatir saat usai mengunjungi Danxia Landform, kini, tempat ini menjadi salah satu objek wisata paling dicari di China yang menghasilkan pendapatan cukup tinggi bagi penduduk Zhangye.

The Zhangye Danxia landform juga dikenal sebagai eye candy dari Zhangye. Banyak seniman mengagumi karya ini laksana lukisan
sempurna di atas kanvas.

Tidak hanya di China, ternyata gunung warna warni serupa juga terdapat di Islandia. Menurut situs Atlas of Wonders, Brennisteinsalda adalah bukit dengan kondisi alam unik yang terdapat di Landmannalaugar, Islandia. Bukit ini merupakan bagian dari Fjallabak Nature Reserve.

Tanah di perbukitan ini mengandung sulfur, sesuai dengan namanya yang berarti ‘gelombang sulfur’.

Bukit di Brennisteinsalda memiliki warna-warni yang menakjubkan, yaitu hijau, hitam, merah, kuning, dan biru. Warna hitam dan biru berasal dari lava dan abu. Warna merah berasal dari kandungan besi pada tanah yang meliputi gunung. Sementara nuansa hijau berasal dari lumut yang melapisi bebatuan di sana.

Gunung ini merupakan salah satu tempat dengan pemandangan alam paling indah di Islandia. Karena itu gambarnya sering muncul di berbagai majalah dan kalender.

Seperti halnya Surat Ar-Rahman 19-20 yang menyebutkan fenomena alam berupa pertemuan dua lautan yang tidak bercampur; ternyata fenomena gunung pelangi ini juga dikaitkan dengan salah satu surat dalam Al-Quran.

Tepatnya dalam Surat Al Fathir [35] ayat 27 di mana Allah Subhanahu Wata’ala telah lama mengungkap rahasia adanya gunung yang berwarna-warni.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُّخْتَلِفاً أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.” [QS: Al Fathir [35]: 27]

Pertanyaan sekarang, apakah Nabi Muhammad SAW dahulu pernah ke Cina atau Islandia?

Tentu saja tidak pernah sama sekali. Tiada lain, informasi tersebut bersumber dari wahyu Allah Ta’ala semata. Al-Qur’an telah menginformasikan fenomena alam gunung warna warni tersebut sejak 14 abad yang lalu.

Dengan demikian, semakin jelas bahwa Al-Qur’an bukanlah karya dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melainkan wahyu dari Allah.

Al-Qur’an juga mukjizat menakjubkan yang akan terus terungkap, diantaranya lewat ilmu pengetahuan hingga akhir zaman.

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?” (QS. Fushshilaat [41]: 53).

Semoga informasi yang ada dalam Al-Quran semakin menambah keyakinan kita akan kebenaran Al-Quran. Wallahu a’lam bish shawab.



Sumber: TausiahPedia.com

Kisah yang sangat mengharukan, Lelaki ini tak pernah menyentuh istrinya sejak Menikah Hanya Karena....

Kabar Semesta - Seorang akhwat menceritakan kenangan masa lalunya yang tak terlupakan:

“Namaku Mariani, orang-orang biasa memangilku Aryani. Ini adalah kisah perjalanan hidupku yang hingga hari ini masih belum lengkang dalam benakku. Sebuah kisah yang nyaris membuatku menyesal seumur hidup bila aku sendiri saat itu tidak berani mengambil sikap. Yah, sebuah perjalanan kisah yang sungguh aku sendiri takjub dibuatnya, sebab aku sendiri menyangka bahwa di dunia ini mungkin tak ada lagi orang seperti dia.


Tahun 2007 silam, aku dipaksa orang tuaku menikah dengan seorang pria, Kak Arfan namanya. Kak Arfan adalah seorang lelaki yang tinggal sekampung denganku, tapi dia seleting dengan kakakku saat sekolah dulu. Usia kami terpaut 4 Tahun. Yang aku tahu bahwa sejak kecilnya Kak Arfan adalah anak yang taat kepada orang tuanya dan juga rajin ibadah. Tabiatnya yang seperti itu terbawa-bawa sampai ia dewasa. Aku  merasa risih sendiri dengan Kak Arfan apabila berpapasan di jalan, sebab sopan santunnya sepertinya terlalu berlebihan pada orang-orang. Geli aku menyaksikannya, yah, kampungan banget gelagatnya…,

Setiap ada acara-acara ramai di kampung pun Kak Arfan tak pernah kelihatan bergabung sama teman-teman seusianya. Yaah, pasti kalau dicek ke rumahnya pun gak ada, orang tuanya pasti menjawab “Kak Arfan di mesjid nak, menghadiri taklim”. Dan memang mudah sekali mencari Kak Arfan, sejak lulus dari Pesantren Al-Khairat Kota Gorontalo.

Kak Arfan sering menghabiskan waktunya membantu orang tuanya jualan, kadang terlihat bersama bapaknya di kebun atau di sawah. Meskipun kadang sebagian teman sebayanya menyayangkan potensi dan kelebihan-kelebihannya yang tidak tersalurkan. Secara fisik memang Kak Arfan hampir tidak sepadan dengan ukuran ekonomi keluarganya yang pas-pasan. Sebab kadang gadis-gadis kampung suka menggodanya kalau Kak Arfan dalam keadaan rapi menghadiri acara-acara di desa.

Tapi bagiku sendiri, itu adalah hal yang biasa-biasa saja, sebab aku sendiri merasa bahwa sosok Kak Arfan adalah sosok yang tidak istimewa. Apa istimewanya menghadiri taklim, kuper dan kampungan banget. Kadang hatiku sendiri bertanya, koq bisa yah, ada orang yang sekolah di kota namun begitu kembali tak ada sedikitpun ciri-ciri kekotaan melekat pada dirinya, HP gak ada. Selain bantu orang tua, pasti kerjanya ngaji, sholat, taklim dan kembali ke kerja lagi. Seolah ruang lingkup hidupnya hanya monoton pada itu-itu saja, ke biosokop kek, ngumpul bareng teman-teman kek setiap malam minggunya di pertigaan kampung yang ramainya luar biasa setiap malam minggu dan malam Kamisnya. Apalagi setiap malam Kamis dan malam Minggunya ada acara curhat kisah yang TOP banget di sebuah station Radio Swasta digotontalo, kalau tidak salah ingat nama acaranya Suara Hati dan nama penyiarnya juga Satrio Herlambang.

Waktu terus bergulir dan seperti gadis-gadis modern pada umumnya yang tidak lepas dengan kata Pacaran, akupun demikian. Aku sendiri memiliki kekasih yang begitu sangat aku cintai, namanya Boby. Masa-masa indah kulewati bersama Boby. Indah kurasakan dunia remajaku saat itu. Kedua orang tua Boby sangat menyayangi aku dan sepertinya memiliki sinyal-sinyal restunya atas hubungan kami. Hingga musibah itu tiba, aku dilamar oleh seorang pria yang sudah sangat aku kenal. Yah siapa lagi kalau bukan si kuper Kak Arfan lewat pamanku. Orang tuanya Kak Arfan melamarku untuk anaknya yang kampungan itu.

Mendengar penuturan mama saat memberitahu padaku tentang lamaran itu, kurasakan dunia ini gelap, kepalaku pening…, aku berteriak sekencang-kencangnya menolak permintaan lamaran itu dengan tegas dan terbelit-belit aku sampaikan langsung pada kedua orang tuaku bahwa aku menolak lamaran keluarganya Kak Arfan. dan dengan terang-terangan pula aku sampaikan pula bahwa aku memiliki kekasih pujaan hatiku, Boby.

Mendengar semua itu ibuku shock dan jatuh tersungkur kelantai. Akupun tak menduga kalau sikapku yang egois itu akan membuat mama shock. Baru kutahu bahwa yang menyebabkan mama shok itu karena beliau sudah menerima secara resmi lamaran dari orang tuanya Kak Arfan. Hatiku sedih saat itu, kurasakan dunia begitu kelabu. Aku seperti menelan buah simalakama, seperti orang yang paranoid, tidak tahu harus ikut kata orang tua atau lari bersama kekasih hatiku Boby.

Hatiku sedih saat itu. Dengan berat hati dan penuh kesedihan aku menerima lamaran Kak Arfan untuk menjadi istrinya dan kujadikan malam terakhir perjumpaanku dengan Boby di rumahku untuk meluapkan kesedihanku. Meskipun kami saling mencintai, tapi mau tidak mau Boby harus merelakan aku menikah dengan Kak Arfan. Karena dia sendiri mengakui bahwa dia belum siap membina rumah tangga saat itu.

Tanggal 11 Agustus 2007 akhirnya pernikahanku pun digelar. Aku merasa bahwa pernikahan itu begitu menyesakkan dadaku. Air mataku tumpah di malam resepsi pernikahan itu. Di tengah senyuman orang-orang yang hadir pada acara itu, mungkin akulah yang paling tersiksa. Karena harus melepaskan masa remajaku dan menikah dengan lelaki yang tidak pernah kucintai. Dan yang paling membuatku tak bisa menahan air mataku, mantan kekasihku Boby hadir juga pada resepsi pernikahan tersebut. Ya Allah mengapa semua ini harus terjadi padaku ya Allah… mengapa aku yang harus jadi korban dari semua ini?

Waktu terus berputar dan malam pun semakin merayap. Hingga usailah acara resepsi pernikahan kami. Satu per satu para undangan pamit pulang hingga sepi lah rumah kami. Saat masuk ke dalam kamar, aku tidak mendapati suamiku Kak Arfan di dalamnya. Dan sebagai seorang istri yang hanya terpaksa menikah dengannya, maka aku pun membiarkannya dan langsung membaringkan tubuhku setalah sebelumnya menghapus make-up pengantinku dan melepaskan gaun pengantinku. Aku bahkan tak perduli kemana suamiku saat itu. Karena rasa capek dan diserang kantuk, aku pun akhirnya tertidur.

Tiba-tiba di sepertiga malam, aku tersentak tatkala melihat ada sosok hitam yang berdiri disamping ranjang tidurku. Dadaku berdegup kencang. Aku hampir saja berteriak histeris, andai saja saat itu tak kudengar suara  takbir terucap lirih dari sosok yang berdiri itu. Perlahan kuperhatikan dengan seksama, ternyata sosok yang berdiri di sampingku itu adalah Kak Arfan suamiku yang sedang sholat tahajud. Perlahan aku baringkan tubuhku sambil membalikkan diriku membelakanginya yang saat itu sedang sholat tahajud. Ya Allah aku lupa bahwa sekarang aku telah menjadi istrinya Kak Arfan. Tapi meskipun demikian, aku masih tak bisa menerima kehadirannya dalam hidupku. Saat itu karena masih dibawah perasan ngantuk, aku pun kembali teridur. Hingga pukul 04.00 dini hari, kudapati suamiku sedang tidur beralaskan sajadah di bawah ranjang pengantin kami.

Dadaku kembali berdetak kencang kala mendapatinya. Aku masih belum percaya kalau aku telah bersuami. Tapi ada sebuah pertanyaaan terbetik dalam benakku. Mengapa dia tidak tidur di ranjang bersamaku. Kalaupun dia belum ingin menyentuhku, paling gak dia tidur seranjang denganku itukan logikanya. Ada apa ini? ujarku perlahan dalam hati. Aku sendiri merasa bahwa mungkin malam itu Kak Arfan kecapekan sama sepertiku sehingga dia tidak mendatangiku dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami. Tapi apa peduliku dengan itu semua, toh akupun tidak menginginkannya, gumamku dalam hati.

Hari-hari terus berlalu. Kami pun mejalani aktifitas kami masing-masing, Kak Arfan bekerja mencari rezeki dengan pekerjaannya. Sedangkan aku di rumah berusaha semaksimal mungkin untuk memahami bahwa aku telah bersuami dan memiliki kewajiban melayani suamiku. Yah minimal menyediakan makanannya, meskipun kenangan-kenangan bersama Boby belum hilang dari benakku, aku bahkan masih merindukannya.

Semula kufikir bahwa prilaku Kak Arfan yang tidak pernah menyentuhku dan menunaikan kewajibannya sebagai suami itu hanya terjadi malam pernikahan kami. Tapi ternyata yang terjadi hampir setiap malam sejak malam pengantin itu, Kak Arfan selalu tidur beralaskan permadani di bawah ranjang atau tidur di atas sofa dalam kamar kami. Dia tidak pernah menyentuhku walau hanya menjabat tanganku. Jujur segala kebutuhanku selalu dipenuhinya. Secara lahir dia selalu menafkahiku, bahkan nafkah lahir yang dia berikan lebih dari apa yang aku butuhan. Tapi soal biologis, Kak Arfan tak pernah sama sekali mengungkit- ungkitnya atau menuntutnya dariku. Bahkan yang tidak pernah kufahami, pernah secara tidak sengaja kami bertabrakan di depan pintu kamar, Kak Arfan meminta maaf seolah merasa bersalah karena telah menyentuhku.

Ada apa dengan Kak Arfan? Apakah dia lelaki normal? Kenapa dia begitu dingin padaku? Apakah aku kurang di matanya? atau? Pendengar, jujur merasakan semua itu, membuat banyak pertanyaan berkecamuk dalam benakku. Ada apa dengan suamiku? Bukankah dia adalah pria yang beragama dan tahu bahwa menafkahi istri itu secara lahir dan batin adalah kewajibannya? Ada apa dengannya? padahal setiap hari dia mengisi acara-acara keagamaan di mesjid. Dia begitu santun pada orang-orang dan begitu patuh kepada kedua orangtuanya. Bahkan terhadap aku pun hampir semua kewajibannya telah dia tunaikan dengan hikmah, tidak pernah sekali pun dia bersikap kasar dan berkata-kata keras padaku. Bahkan Kak Arfan terlalu lembut bagiku.

Tapi satu yang belum dia tunaikan yaitu nafkah batinku. Aku sendiri saat mendapat perlakuan darinya setiap hari yang begitu lembutnya mulai menumbuhkan rasa cintaku padanya dan membuatku


perlahan-lahan melupakan masa laluku bersama Boby. Aku
bahkan mulai merindukannya tatkala dia sedang tidak di rumah. Aku bahkan selalu berusaha menyenangkan hatinya dengan melakukan apa-apa yang dia anjurkannya lewat ceramah-ceramahnya pada wanita-wanita muslimah, yakni mulai memakai busana muslimah yang syar’i.

Memang dua hari setelah pernikahan kami, Kak Arfan memberiku hadiah yang diisi dalam karton besar. Semula aku mengira bahwa hadiah itu adalah alat-alat rumah tangga. Tapi setelah kubuka, ternyata isinya lima potong jubah panjang berwarna gelap, lima buah jilbab panjang sampai selutut juga berwana gelap, lima buah kaos kaki tebal panjang berwarna hitam dan lima pasang manset berwarna gelap pula. Jujur saat membukanya aku sedikit tersinggung, sebab yang ada dalam bayanganku bahwa inilah konsekuensi menikah dengan seorang ustadz. Aku mengira bahwa dia akan memaksa aku untuk menggunakannya. Ternyata dugaanku salah sama sekali. Sebab hadiah itu tidak pernah disentuhnya atau ditanyakannya.

Kini aku mulai menggunakannya tanpa paksaan siapapun. Kukenakan busana itu agar diatahu bahwa aku mulai menganggapnya istimewa. Bahkan kebiasaannya sebelum tidur dalam mengajipun sudah mulai aku ikuti. Kadang ceramah-ceramahnya di mesjid sering aku ikuti dan aku praktekkan di rumah.

Tapi satu yang belum bisa aku mengerti darinya. Entah mengapa hingga enam bulan pernikahan kami dia tidak pernah menyentuhku. Setiap masuk kamar pasti sebelum tidur, dia selalu mengawali dengan mengaji, lalu tidur di atas hamparan permadani di bawah ranjang hingga terjaga lagi di sepertiga malam, lalu melaksanakan sholat Tahajud. Hingga suatu saat Kak Arfan jatuh sakit. Tubuhnya demam dan panasnya sangat tinggi. Aku sendiri bingung bagaimana cara menanganinya. Sebab Kak Arfan sendiri tidak pernah menyentuhku. Aku khawatir dia akan menolakku bila aku menawarkan jasa membantunya. Ya Allah..apa yang harus aku lakukan saat ini. Aku ingin sekali meringankan sakitnya, tapi apa yang harus saya lakukan ya Allah..

Malam itu aku tidur dalam kegelisahan. Aku tak bisa tidur mendengar hembusan nafasnya yang seolah sesak. Kudengar Kak Arfan pun sering mengigau kecil. Mungkin karena suhu panasnya yang tinggi sehingga ia selalu mengigau. Sementara malam begitu dingin, hujan sangat deras disetai angin yang bertiup kencang. Kasihan Kak Arfan, pasti dia sangat kedinginan saat ini. Perlahan aku bangun dari pembaringan dan menatapnya yang sedang tertidur pulas. Kupasangkan selimutnya yang sudah menjulur kekakinya. Ingin sekali aku merebahkan diriku di sampingnya atau sekedar mengompresnya. Tapi aku tak tahu bagaimana harus memulainya. Hingga akhirnya aku tak kuasa menahan keinginan hatiku untuk mendekatkan tanganku di dahinya untuk meraba suhu panas tubuhnya.

Tapi baru beberapa detik tanganku menyentuh kulit dahinya, Kak Arfan terbangun dan langsung duduk agak menjauh dariku sambil berujar ”Afwan dek, kau belum tidur? Kenapa ada di bawah? Nanti kau kedinginan? Ayo naik lagi ke ranjangmu dan tidur lagi, nanti besok kau capek dan jatuh sakit?” pinta kak Arfan padaku. Hatiku miris saat mendengar semua itu. Dadaku sesak, mengapa Kak Arfan selalu dingin padaku. Apakah dia menganggap aku orang lain. Apakah di hatinya tak ada cinta sama sekali untukku. Tanpa kusadari air mataku menetes sambil menahan isak yang ingin sekali kulapkan dengan teriakan. Hingga akhirnya gemuruh di hatiku tak bisa kubendung juga.

”Afwan kak, kenapa sikapmu selama ini padaku begitu dingin? Kau bahkan tak pernah mau menyentuhku walaupun hanya sekedar menjabat tanganku? Bukankah aku ini istrimu? Bukankah aku telah halal buatmu? Lalu mengapa kau jadikan aku sebagai patung perhiasan kamarmu? Apa artinya diriku bagimu kak? Apa artinya aku bagimu kak? Kalau kau tidak mencintaiku lantas mengapa kau menikahiku? Mengapa kak? mengapa?” Ujarku disela isak tangis yang tak bisa kutahan.

Tak ada reaksi apapun dari Kak Arfan menanggapi galaunya hatiku dalam tangis yang tersedu itu. Yang nampak adalah dia memperbaiki posisi duduknya dan melirik jam yang menempel di dinding kamar kami. Hingga akhirnya dia mendekatiku dan perlahan berujar padaku:

”Dek, jangan kau pernah bertanya pada kakak tentang perasaan ini padamu. Karena sesungguhnya kakak begitu sangat mencintaimu. Tetapi tanyakanlah semua itu pada dirimu sendiri. Apakah saat ini telah ada cinta di hatimu untuk kakak? Kakak tahu dan kakak yakin pasti suatu saat kau akan bertanya mengapa sikap kakak selama ini begitu dingin padamu. Sebelumnya kakak minta maaf bila semuanya baru kakak kabarkan padamu malam ini. Kau mau tanyakan apa maksud kakak sebenarnya dengan semua ini?” ujar Kak Arfan dengan agak sedikit gugup.

“Iya tolong jelaskan pada saya Kak, mengapa kakak begitu tega melakukan ini padaku? tolong jelaskan Kak?” Ujarku menimpali tuturnya kak Arfan.

“Hhhhhmmm, Dek kau tahu apa itu pelacur? Dan apa pekerjaan seorang pelacur? Afwan dek dalam pemahaman kakak, seorang pelacur itu adalah seorang wanita penghibur yang kerjanya melayani para lelaki hidung belang untuk mendapatkan materi tanpa peduli apakah di hatinya ada cinta untuk lelaki itu atau tidak. Bahkan seorang pelacur terkadang harus meneteskan air mata mana kala dia harus melayani nafsu lelaki yang tidak dicintainya. Bahkan dia sendiri tidak merasakan kesenangan dari apa yang sedang terjadi saat itu. kakak tidak ingin hal itu terjadi padamu dek.

Kau istriku dek, betapa bejatnya kakak ketika kakak harus memaksamu melayani kakak dengan paksaan saat malam pertama pernikahan kita. Sedangkan di hatimu tak ada cinta sama sekali buat kaka. Alangkah berdosanya kakak, bila pada saat melampiaskan birahi kakak padamu malam itu, sementara yang ada dalam benakmu bukanlah kakak tetapi ada lelaki lain. Kau tahu dek, sehari sebelum pernikahan kita digelar, kakak sempat datang ke rumahmu untuk memenuhi undangan Bapakmu. Tapi begitu kakak berada di depan pintu pagar rumahmu, kakak melihat dengan mata kepala kakak sendiri kesedihanmu yang kau lampiaskan pada kekasihmu Boby. Kau ungkapkan pada Boby bahwa kau tidak mencintai kakak. Kau ungkapkan pada Boby bahwa kau hanya akan mencintainya selamanya. Saat itu kakak merasa bahwa kakak telah merampas kebahagiaanmu.

Kakak yakin bahwa kau menerima pinangan kakak itu karena terpaksa. Kakak juga mempelajari sikapmu saat di pelaminan. Begitu sedihnya hatimu saat bersanding di pelaminan bersama kakak. Lantas haruskah kakak egois dengan mengabaikan apa yang kau rasakan saat itu. Sementara tanpa memperdulikan perasaanmu, kakak menunaikan kewajiban kakak sebagai suamimu di malam pertama. Semenatara kau sendiri akan mematung dengan deraian air mata karena terpaksa melayani kakak?

Kau istriku dek, sekali lagi kau istriku. Kau tahu, kakak sangat mencintaimu. Kakak akan menunaikan semua itu manakala di hatimu telah ada cinta untuk kakak. Agar kau tidak merasa diperkosa hak-hakmu. Agar kau bisa menikmati apa yang kita lakukan bersama. Alhamdulillah apabila hari ini kau telah mencintai kakak. Kakak juga merasa bersyukur bila kau telah melupakan mantan kekasihmu itu. Beberapa hari ini kakak perhatikan kau juga telah menggunakan busana muslimah yang syar’i. Pinta kakak padamu dek, luruskan niatmu, kalau kemarin kau mengenakan busana itu untuk menyenangkan hati kakak semata. Maka sekarang luruskan niatmu, niatkan semua itu untuk Allah ta’ala selanjutnya untuk kakak.”

Mendengar semua itu, aku memeluk suamiku. Aku merasa bahwa dia adalah lelaki terbaik yang pernah kujumpai selama hidupku. Aku bahkan telah melupakan Boby. Aku merasa bahwa malam itu, aku adalah wanita yang paling bahagia di dunia. Sebab meskipun dalam keadaan sakit, untuk pertama kalinya Kak Arfan mendatangiku sebagai seorang suami. Hari-hari kami lalui dengan bahagia. Kak Arfan begitu sangat kharismatik. Terkadang dia seperti seorang kakak buatku dan terkadang seperti orang tua. Darinya aku banyak belajar banyak hal. Perlahan aku mulai meluruskan niatku dengan menggunakan busana yang syar’i, semata-mata karena Allah dan untuk menyenangkan hati suamiku.

Sebulan setelah malam itu, dalam rahimku telah tumbuh benih-benih cinta kami berdua. Alhamdulillah, aku sangat bahagia bersuamikan dia. Darinya aku belajar banyak tentang agama. Hari demi hari kami lalui dengan kebahagiaan. Ternyata dia mencintaiku lebih dari apa yang aku bayangkan. Dulu aku hampir saja melakukan tindakan bodoh dengan menolak pinangannya. Aku fikir kebahagiaan itu akan berlangsung lama diantara kami, setelah lahir Abdurrahman, hasil cinta kami berdua.

Di akhir tahun 2008,  Kak Arfan mengalami kecelakaan dan usianya tidak panjang. Sebab Kak Arfan meninggal dunia sehari setelah kecelakaan tersebut. Aku sangat kehilangannya. Aku seperti kehilangan penopang hidupku. Aku kehilangan kekasihku. Aku kehilangan murobbiku, aku kehilangan suamiku. Tidak pernah terbayangkan olehku bahwa kebahagiaan bersamanya begitu singkat. Yang tidak pernah aku lupakan di akhir kehidupannya Kak Arfan, dia masih sempat menasehatkan sesuatu padaku:

“Dek.. pertemuan dan perpisahan itu adalah fitrahnya kehidupan. Kalau ternyata kita berpisah besok atau lusa, kakak minta padamu Dek.., jaga Abdurrahman dengan baik. Jadikan dia sebagai mujahid yang senantiasa membela agama, senantiasa menjadi yang terbaik untuk ummat. Didik dia dengan baik Dek, jangan sia-siakan dia.

Satu permintaan kakak.., kalau suatu saat ada seorang pria yang datang melamarmu, maka pilihlah pria yang tidak hanya mencintaimu. Tetapi juga mau menerima kehadiran anak kita.

Maafkan kakak Dek.., bila selama bersamamu, ada kekurangan yang telah kakak perbuat untukmu. Senantiasalah berdoa.., kalau kita berpisah di dunia ini..Insya Allah kita akan berjumpa kembali di akhirat kelak . Kalau Allah mentakdirkan kakak yang pergi lebih dahulu meninggalkanmu, Insya Allah kakak akan senantiasa menantimu..”

Demikianlah pesan terakhir Kak Arfan sebelum keesokan harinya Kak Arfan meninggalkan dunia ini. Hatiku sangat sedih saat itu. Aku merasa sangat kehilangan. Tetapi aku berusaha mewujudkan harapan terakhirnya, mendidik dan menjaga Abdurrahman dengan baik. Selamat jalan Kak Arfan. Aku akan selalu mengenangmu dalam setiap doa-doaku, amiin. Wasallam”



Sumber: TausiahPedia.com

Maafkan Aku.!!.Kulepaskan Jilbab Ini Demi, Namun Apa Yang Terjadi Sungguh Diluar Dugaan..

Kabar Semesta - SATU pesan BBM masuk. Dari seorang junior waktu sekolah yang juga pernah sama-sama bekerja di kantor lama kami. Astagfirullah...!!!! Maafkan Aku.!!.Kulepaskan Jilbab Ini Demi...

“Kak, aku diterima jadi resepsionis di salah satu PT di kawasan ***.”

Aku pun segera mengetik balasan, “Ohya? Wahh … Alhamdulillah yaa, Mel! Selamat!”

“Tapi Kak ….”
“Tapi apa?”
“Aku harus lepas jilbab.”


Hatiku seketika bergemuruh.

Bagaimana mungkin bunga (bukan nama sebenarnya) bisa goyah begini. Gadis cantik yang belum lama menggunakan hijab itu kan tahu sendiri, bagaimana reaksi orang-orang di kantor keempatku, waktu ada salah satu karyawatinya yang melepas jilbab. Ternyata setelah ditelusuri penyebabnya, tak lain karena dia nekat berpacaran dengan pria non muslim. Sudah pacaran … dengan non muslim pula. Belum nikah saja, jilbab sudah ditanggalkan. Bagaimana kalau sudah menikah? Masihkah iman Islam terpatri dalam hati?

“Astaghfirullah, Mel. Jangan,” ketikku mengingatkan.

“Tapi, Kak. Aku butuh pekerjaan. Kakak kan tahu, aku harus ngebiayain kuliah sendiri.”

“Iya, aku tahu, Mel. Tapi apa kamu gak percaya, Allah lah Yang Maha Pemberi rezeki?”

“Percaya, Kak. Tapi aku bener-bener buntu, Kak. Aku harus dapet pekerjaan secepatnya.”

“Loh, waktu di sini, kamu mau diperpanjang kontraknya dan boleh berjilbab, kamu gak mau.”

“Iya Kak. Tapi kalo di situ aku udah nggak betah. Orang-orangnya rese. Kakak sendiri kan juga mau resign dari situ?” Amel kembali menyanggah.

“Iya, bunga. Aku tahu. Tapi, setidaknya di sini kamu boleh berjilbab. Walaupun di sini gajinya di bawah UMR, setidaknya kita nggak disuruh lepas jilbab.”

“Iya sih, Kak.”

“Pikirin lagi semuanya baik-baik, Mel. Istikharah. Belum tentu juga nanti di sana kamu betah.”

“Aku kayaknya nggak ada pilihan lain deh, Kak. Aku sudah tanda tangan kontrak. Senin depan aku mulai kerja. Tapi di luar PT, aku tetap berjilbab kok, Kak.”

“Kenapa kamu baru bilang setelah tanda tangan kontrak? Ya Allah, andai aku punya cukup uang buat minjemin kamu bayar biaya kuliah, bunga. Sedih aku. Ngerasa nggak guna jadi temen.” Aku mengetik pesan dengan hati yang runyam.

Ketika melihat teman baru berhijab, aku bahagia bukan kepalang. Begitu juga sebaliknya, ketika mengetahui seseorang harus membuka hijabnya. Aku seketika lemas. Merasa gagal. Berlebihan? Yaa … tapi sungguh itu yang kurasakan.

Kalian tahu apa yang terjadi bahkan tak sampai sebulan kemudian? Amel kembali mengirim pesan padaku.

“Kak! Kakak benar. Aku gak betah di sini, Kak!”

“Ya Allah, bunga … kenapa??”

“Kerjaanku di sini ternyata nggak cuma jadi resepsionis, Kak. Tapi serabutan, bantuin kerjaan bagian lain juga. Belum lagi, tiap hari lobby tempatku bekerja bau asap dupa. Di sini juga ada beberapa patung yang dikramatkan, Kak.”

“Dikramatkan gimana?”

“Iya. Patung-patung itu dirawat khusus, Kak. Nggak boleh sampai kenapa-kenapa. Semacam sesuatu yang sangat
penting buat yang punya PT.”

“Astaghfirullah. Terus gimana, bunga?”

“Belum tahu, Kak. Aku coba bertahan. Tapi kalau nggak kuat, mungkin aku akan resign.”

“Loh, bukannya kamu udah tanda tangan kontrak selama beberapa bulan ke depan? Memangnya di sana nggak ada pinalti?” tanyaku lagi.

“Ada sih, Kak.”

“Lahhh, terus? Duitnya gimana?”

“Aku kabur aja nanti, Kak. Biar nggak usah bayar uang pinalti, karena keluar sebelum kontrak selesai.”

“Ya Allah, Bunga….”

“Huhuhu … aku nyesel, Kak. Coba aja aku ikutin apa kata Kakak waktu itu.”

Entah bagaimana caranya, berita terakhir yang kudapatkan akhirnya bunga keluar dari PT itu. Dan Alhamdulillah, saat ini dia sudah berjilbab kembali, bahkan lebih syar’i.

“Kali ini semoga istiqomah yaa, Bunga. Belajar dari pengalaman kemarin.” Aku mengirim pesan, usai mengetahui bahwa ia kembali berhijab.

“Iya, Kak. In Syaa Allah. Aku nggak akan sampai lepas jilbab lagi! Doain aku ya, Kak.”

“As always, Dear. Kita saling mendoakan yaa ….”

“Iya Kaaak.”

Ohya! Temanku yang satu lagi juga Alhamdulillah sudah putus dengan pacarnya. Dan kini ia pun berhijab kembali. Doakan kami semua istiqomah yaa. Aamiin Yaa Robbal Alamiin.

Aku pun pernah sampai melepas jilbab, saat pertama kali bekerja usai lulus SMK, pada tahun 2007. Menyesal bukan main. Karena perlakuan para lelaki ketika melihatku dengan dan tanpa hijab, itu berbeda sekali. Padahal saat itu aku masih memakai penutup kepala. Hanya saja leher dan tangan dari sikut ke bawah, kelihatan keman-mana.

Alhamdulillah. Setahun kemudian, usahaku mencari pekerjaan lain, akhirnya membuahkan hasil. Aku diterima di sebuah perusahaan yang membolehkan semua karyawatinya untuk berhijab.

Untuk selanjutnya, di perusahaan ketiga, keempat dan kelima yang tak lain adalah tempatku bekerja sekarang, Alhamdulillah! Aku bebas menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslimah, yakni menutup aurat.

Tiga kali, ada pengalaman interview dengan orang asing. Satu bule, orang Korea, dan yang ketiga orang Jepang. Tentu perasaan ketar-ketir karena aku menolak berjabat tangan dengan mereka. Yang sama orang Korea, tidak ada kelanjutan alias ditolak bekerja di sana. Yang sama bule, juga Alhamdulillah sempat diberi tahu diterima, cuma aku yang mundur, karena lokasi kerja yang ditawarkan di Meruya. Terlalu jauh, bagiku yang tinggal di Bekasi.

Yang orang Jepang ini lucu. Namanya Mr. Hiroyuki. Pada suatu kesempatan makan malam bersama teman sebagian yang lain, seorang teman yang tidak berjilbab mendekati beliau untuk difoto. Spontan, Hiroyuki-san berkata sambil memeragakan ‘jilbab’ dengan kedua tangannya.

“Woman with … no touch yaa? Kalau tidak pakai, boleh touch.” Beliau bingung menyebut jilbab itu apa, makanya hanya memeragakan dengan menyatukan kedua tangannya, yang kemudian dinaikkan ke atas kepala.

Kami tertawa. Maksud beliau adalah : perempuan dengan penutup kepala tidak boleh disentuh ya? Kalau tidak pakai, baru boleh.

See? Orang asing yang bukan muslim pun bahkan bisa menyimpulkan demikian.

Eits!
Ini bukan berarti kalian boleh touch touch wanita tanpa hijabbbbb yaaahhh! Awas lohhhh! Bukan mahrooooom!

Pertahankan hijabmu semampumu, saudariku.
Ingat! Bahkan ada suatu informasi bahwa : perempuan-perempuan di Gaza tidur pun menggunakan hijabnya. Ketika ditanya kenapa, jawaban mereka, “Agar jika sewaktu-waktu rumahku dibom, jasadku dapat ditemukan dalam keadaan menutup aurat.”

Masya Allah!

Semoga kita semua bisa senantiasa menjaga hijab ini hingga kematian menjemput kita kelak. Aamiin Yaa Robbal Alamiin....


Sumber: TausiahPedia.com

Istri Wajib Baca : 7 Perbuatan INI Menandakan KAMU Bukan Lagi Seorang Istri!! No. 3 Paling Banyak Ditemui!!

Kabar Semesta - Wahai Para Istri, berhati-hatilah engkau dalam menjaga sikapmu terhadap suamimu. Suamimu merupakan ladang syurga Untukmu, namun bisa juga berbalik, suamimu bisa menjadi pintu neraka untukmu, jika suamimu tidak ridho terhadapmu.

Simaklah dan renungkan berikut murapakan  7 Perbuatan INI Menandakan KAMU Bukan Lagi Seorang Istri!! yang memang seharusnya tidak kamu lakukan kepada suamimu...


1. Ketika
suamimu pulang dari kerja, kamu masih sibuk di rumah, tidak menyambutnya di pintu malah tidak memberikan senyuman dalam keadaan dia kepenatan.

2. Makanan suami bukan lagi dari air tanganmu sebaliknya air tangan mamak Restoran. Pakaian suami diberikan kepada tukang dobi untuk dicuci dan digosok.

3. Ketika suami marah menegur mu, kamu menjawabnya dengan leteran dan meninggikan suara kepadanya.

4. Ketika suami duduk bersamamu di rumah, baumu tidak menyenangkan, pakaianmu tidak bersih dan tidak menarik.

5. Rahasia rumah tanggamu diceritakan kepada ibumu, kakak dan juga sahabat handaimu.

6. Tidak berlaku baik dengan keluarga suami malah menghasut suami sehingga meninggalkan tanggungjawab terhadap keluarga suamimu.

7. Tiba waktu solat, kamu tidak mengejutnya bangun untuk solat dan tidak menyuruh melakukan ketaatan, tidak meminta suamimu bertaubat dari dosa dan tidak meminta suami meninggalkan maksiat.


Ya Allah, kurniakan kepada pemuda Islam dengan isteri yang solehah dan kurniakanlah kepada perempuan Islam dengan suami yang soleh, Aamiin...


Sumber: Beradab.com

Ternyata Inilah 4 Waktu Utama Bersedekah Agar Pahalanya Berlipat Ganda

Kabar Semesta - Sedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Selain bernilai pahala, memberikan sedekah juga memiliki beberapa keutamaan bagi mereka yang mengamalkannya. Bahkan meskipun hanya bersedekah sedikit saja, namun sangat berharga di sisi Allah SWT.

Setiap kaum muslimin hendaknya senantiasa bersedekah karena di dalam harta yang diperolehnya tersebut terselip hak dari orang lain yang membutuhkan. Itulah penyebabnya banyak orang yang berlomba-lomba untuk bersedekah setiap waktu.


Meskipun rajin bersedekah setiap waktunya. Namun, tidak semua sedekah itu bernilai afdol atau utama. Lalu kapankah waktu utama untuk bersedekah? Berikut ini penjelasan Rasulullah SAW mengenai aktivitas bersedekah yang paling utama.

“Seseorang bertanya kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling afdhol?” Beliau menjawab: “Kau bersedekah ketika kau masih dalam keadaan sehat lagi loba, kau sangat ingin menjadi kaya, dan khawatir miskin. Jangan kau tunda hingga ruh sudah sampai di kerongkongan, kau baru berpesan :”Untuk si fulan sekian, dan untuk si fulan sekian.” Padahal harta itu sudah menjadi hak si fulan (ahli waris).” (HR Bukhari)

Dari hadist di atas dapat diambil kesimpulan bahwa sedekah yang paling utama itu ada empat, antara lain:

1. Dalam Keadaan Sehat Lagi Loba
Waktu sedekah paling utama yaitu ketika orang tersebut dalam keadaan sehat lagi loba yakni sangat berambisi mengejar keuntungan duniawi. Hal ini bisa diartikan ia masih muda dan masa depan hidupnya dihiasi dengan beraneka ambisi dan perencanaan untuk menjadi seseorang yang sukses dalam karir dan bisnisnya.

Biasanya dalam mencapai keinginan tersebut, orang-orang ini akan merasa sangat sulit dan malas mengeluarkan hartanya untuk bersedekah. Hal tersebut dikarenakan semua harta yang miliki ia pusatkan dan curahkan untuk modal mencapai kesuksesan yang diinginkannya tersebut.

Akan ada banyak
alasan yang terucap jika disuruh bersedekah dalam waktu ini. Salah satu dalihnya adalah untuk berinvestasi. Itulah penyebab mengapa mereka menunda-nunda niat bersedekah dengan harta yang dimiliki. Maka bersedekah dalam waktu ini menjadi waktu yang paling utama untuk dilakukan agar menghindarkan mereka dari sifat kikir.

2. Dalam Keadaan Sangat ingin Menjadi Kaya
Waktu utama kedua untuk bersedekah adalah ketika dalam keadaan sangat ingin menjadi
kaya. Rasulullah SAW seolah ingin menggambarkan bahwa orang yang dalam keadaan tidak ingin menjadi kaya berarti bersedekahnya kurang bernilai dibandingkan orang yang dalam keadaan berambisi menjadi kaya.

Orang yang sedang berambisi menjadi kaya lalu ia bersedekah maka ia merupakan tipe orang yang tidak ingin menikmati kekayaan untuk dirinya sendiri namun juga berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. Ia juga akan terhindar dari sifat tamak seperti halnya Qarun.

Qarun merupakan tokoh kaya yang hidup pada zaman dahulu yang merasa bahwa harta yang diperoleh berasal dari keringat dan kerja kerasnya sendiri tanpa pernah mengaitkannya dengan Allah SWT. Firman Allah yang artinya:

“Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku".(QS Al-Qshshash ayat 78)

Maka, ketika seseorang ingin menjadi kaya, dan ia rajin bersedekah maka ia akan lebih merasa ketenangan dalam dirinya karena senantiasa mengingat Allah dan mengamalkan perintah-Nya untuk membantu sesama.

3. Keadaan Sangat Khawatir Menjadi Miskin
Waktu yang ketiga yaitu saat si pemberi sedekah berada dalam kondisi sangat khawatir menjadi miskin. Namun, bagi kaum beriman walaupun perasaan yang demikian menghinggapinya ia tidak pernah ragu untuk bersedekah. Hal ini menjadi wujud bahwa orang tersebut senantiasa bertawakal kepada Allah dalam keadaan apapun.

Ia menyadari bahwa jika Allah menghendaki maka ia bisa saja jadi miskin atau kaya dalam sekejab. Orang yang seperti ini sudah menjadikan sedekah sebagai salah satu karakter penting di dalam keseluruhan sifat dirinya. Persis gambarannya seperti orang bertaqwa di dalam Al-Qur’an:

”... yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit.” (QS Ali Imran ayat 133-134)

4. Tidak dalam Keadaan Menjelang Kematian
Waktu utama terakhir untuk bersedekah adalah tidak dalam keadaan menjelang kematian. Rasulullah SAW sangat mewanti-wanti umatnya jangan sampai baru ingin bersedekah ketika ajal sudah dekat. Karena hal yang demikian ini bukan lagi dikatakan sedekah melainkan harta waris.

Selain itu, melakukan sedekah saat ajal sudah dekat berarti bahwa ia dalam keadaan sudah dipaksa oleh keadaan dirinya yang sudah tidak punya pilihan lain. Itulah sebabnya Rasulullah lebih menghargai orang yang masih muda dan sehat untuk bersedekah dari pada orang yang sudah tua dan menjelang ajal baru berpikir untuk bersedekah.

Demikianlah ulasan mengenai empat waktu yang paling utama untuk bersedekah. Setelah mengetahui hal ini, ada baiknya sebagai kaum muslimin kita melaksanakan amalan tersebut agar Allah senantiasa memberikan perlindungan dan hidayah-Nya kepada kita semua.


Sumber: TausiahPedia.com